Kisal Awal Karir Marissa Nasution

Tulisan ini disponsori oleh : Pembalut Wanita Kain Yang Sehat, Aman dan Nyaman.

Marissa Nasution, atau yang lebih dikenal VJ Marissa, ternyata bukanlah peserta sebuah ajang pencarian bakat, VJ Hunt. Ia mengaku banyak yang salah mengira dirinya adalah peserta VJ Hunt. “I wasn’t a VJ Hunt, no I never. Mereka merekrut aku untuk jadi VJ, 2 bulan sebelum VJ Hunt. Banyak yang salah mention, bahwa aku adalah peserta VJ Hunt, no I wasn’t,” ujar wanita berdarah Batak-Jerman ini mengawali pembicaraan.

Tapi yang pasti, Marissa memang mengawali karirnya sebagai seorang VJ MTV. Tak semudah yang ia bayangkan memang, namun Marissa memang memiliki keinginan kuat untuk mencoba segala medan untuk mencapai sebuah hasil. Bukan perempuan manja, itu lah yang ada dalam jiwa Marissa. Perspektifnya dalam memandang sebuah kehidupan sangat teraplikasi dengan baik di kehidupan nyatanya. Boleh dibilang, Marissa juga memiliki pemikiran yang sangat konvensional terhadap hidup. Merujuk kesuksesannya merantau dari negeri Jerman ke Jakarta, kali ini Marissa akan sedikit bercerita tentang perjuangan untuk mencapai semua yang diraihnya sampai saat ini. Marissa pun terlihat sangat senang bisa berbagi cerita ini, ketika KapanLagi.com menemui dirinya, seusai shooting sebuah program infotainment, di Coffe Bean kompleks Trans TV, Kamis (17/02/2011), yang lalu.

  • Apa kabar Marissa?
    Kabar baik, masih dengan rutinitas yang seperti biasa. Presenting infotainment, iklan, banyak acara off air juga, tapi lagi nggak pengen stripping, dan nggak pengen banyak shooting dulu. Jadi lagi fokus sama usaha sampingan aku, like shoes and we are making swims.
  • Kenapa lagi nggak pengen stripping? Bukankah itu menyenangkan?
    Pastinya, stripping itu menyenangkan. Karena kalo shooting stripping biasanya dapet keluarga baru di lokasi. Cuma karna memang kegiatan aku sekarang ini lagi banyak banget, dan juga banyak acara off air, jadi scheduling untuk sementara ini aku sepertinya belum sanggup aja. And also I have a new brand coming, jadi brand ambassador untuk sesuatu yang masih rahasia, dan baru bulan depan. Jadi kalo ditambahin stripping lagi, it’s too much.
  • Biasanya kan kalo dapat tawaran stripping, kebanyakan artis sangat antusias. Why don’t you? Selain karena waktu, apakah ada faktor lain?
    Sempet ada tawaran stripping, dimana aku bilang it’s good, it’s all good, tapi aku bilang that’s too much, I cannot do it. Dan aku juga ada rencana di bulan-bulan ke depan mau pulang ke Jerman untuk waktu yang agak lama, jadi takutnya akan sulit di schedule. I’m happy when I have a time. Selain itu, buat aku stripping itu kan jadi semacam tanda tanya. Apakah tayangan ini akan tayang selama hanya 3 bulan, ataukah langsung setahun, jadi kan agak susah untuk memplanning sesuatu. Mungkin seandainya kalo ada tawaran yang shooting misalnya hanya 3 bulan, kan bisa diatur. Well, it is good for the money, but mentally exhausting. Kita memang butuh uang untuk hidup, but money is not everything.
  • Bagaimana kamu memaintance karir kamu di dunia entertain?Aku selalu bilang kalau aku sendiri nggak pernah bisa bikin planning, katakanlah untuk setahun ke depan. Planning aku yang paling jauh itu untuk 1 atau 2 bulan. Karena kita nggak tahu apa yang akan terjadi. Dan aku selalu berpikir bahwa I believe in karma, what you give would come to you, dan aku merasa that I was very very blessed, karir selalu stabil, and I can do what I love to do, tapi kalo untuk planning ke depan, I cannot tell you, because I don’t know, and I don’t want to know.
  • Apakah kamu bekerja untuk mendatangkan uang sebanyak-banyaknya?
    No. I don’t work just for the money. Aku selalu memilih job yang menurut aku baik untuk aku lakukan. Kalau pun ada job yang mungkin bayarannya tinggi, tapi menurut aku kurang cocok, I would still not do it, kalo seandainya aku nggak happy sama suatu pekerjaan, I wouldn’t do it. Kalau nanti aku nggak happy lagi di entertain, I will do something else, just do what make me happy.
  • Mengawali karir sebagai VJ MTV, saat itu apa yang kamu bayangkan terhadap dunia entertainment?
    Aku selalu melihat suatu pekerjaan, sebagai sebuah tantangan, dan waktu aku pertama kali ditawarin jadi VJ di MTV, aku merasa kaget banget, karena nggak pernah membayangkan akan mendapat posisi sebagai salah satu VJ MTV, dan semua temen-temen juga support aku, and it was very nice. I was try to give my best, tapi saat itu awalnya aku nggak tahu, I didn’t know about anything, tentang dunia entertainment, dan aku masih inget banget waktu temen-temenku nanya, “kamu nervous nggak kalo di depan kamera”? I was never nervous, karena aku merasa kan semua temen-temen aku di Jerman, keluarga juga di Jerman. Jadi kalo pun aku di depan kamera, semua orang di Indonesia nggak tau siapa aku. Makanya aku merasa nggak ada beban, hahahaha. Tapi pada akhirnya aku sangat belajar banyak di dunia entertainment.
  • Apa sih sebenernya cita-cita kamu waktu kecil?
    I want to be a stewardess of Singapore Airlines, hahahaha, yes I was. Waktu aku masih kecil, keluargaku sering traveling, dan selalu naik SQ, dan aku tuh punya uniform stewardessnya, tapi yang untuk anak kecil. Dan ketika aku umur 18 tahun, Papaku nanya apa yang mau aku lakukan, dan aku bilang sepertinya aku mau jadi pramugari untuk beberapa tahun ke depan, pengen melihat dunia dulu. Akhirnya aku ngelamar di sebuah maskapai bernama Lufthansa, dan aku diterima, tapi sayangnya aku harus domestic flight dulu, karena memang peraturannya begitu. Tapi akhirnya aku decline, karena aku maunya kan langsung international flight, hahahaha.
  • Ketika kamu umur 18 tahun, apa yang memotivasi kamu untuk bekerja di umur segitu?
    Oh, jangan salah, aku udah mulai kerja tuh sejak umur 14 tahun. Itu bukan sesuatu yang baru, karena setelah aku pulang sekolah, aku langsung bekerja. I was a waitress, I was a bartender, I was a shop girl, dan itu sangat biasa di Jerman. And my dad always said,”if you want to buy something, so find the job.” So I have three jobs at one time. Jadi hari Senin setelah sekolah aku ke toko, besoknya I went to the restaurant, besoknya I was behind the bar, mixing drink, I was earn my own money since I was 14 years old, dan bukan sesuatu yang baru buat aku. Temen-temen selalu bilang aku workaholic, and yes I am. Work makes me happy, because I know what I want, and I know how to get it, and I’m not using anyones money, but mine. Dan sejak umur 14 tahun juga, Papaku bilang “ya udah kamu kan udah kerja, so I dont have to give you money anymore. I buy my car by my self, I buy everythings that I wear, I own, with my own money, jadi aku tau arti uang itu apa, aku tahu arti 10 ribu rupiah itu apa. Aku datang dari keluarga yang berada, uang tuh nggak pernah jadi masalah, cuma pendidikan di keluarga aku memang seperti itu. You make your own money, as soon as you can. Contohnya, ketika aku mau beli sepatu. Aku mengerti bahwa untuk bisa membeli sepatu itu, aku harus bekerja di restaurant selama 6 jam.Pas aku pindah ke sini, semua keluarga aku masih di Jerman, di sini nggak ada siapa-siapa. Papaku bilang, kalau aku mau pindah dan stay di Jakarta, aku harus bertanggung jawab atas diriku sendiri, dan Papaku nggak akan ngirimin aku uang. Jadi waktu aku pindah, aku bawa uangku sendiri dari Jerman. Dan aku berpikir kalau di Jakarta aku kemana-mana selalu naik taksi, sangat boros sepertinya. Jadi aku milih naik ojek, aku naik bajaj, aku naik busway, setiap hari. Saat itu aku nggak punya uang banyak, aku nggak bisa beli mobil. Jadi untuk awal-awalnya, you know what? Aku beli motor, dan aku bawa motor sendiri keliling Jakarta.
  • Seperti apa kamu menghargai uang?
    I really really appreciate it very much. Aku bukannya pelit, tapi aku sangat tahu arti uang tuh apa. Aku nggak pernah minjem uang, keuanganku juga nggak pernah minus, nggak pernah terjadi. But I also love things, tapi kalo aku merasa buat aku nggak worth it, ya aku nggak akan beli. Buat aku, I would never buy a bag seharga 10 juta, karena is not worth it, itu hanya sebuah tas, nggak masuk akal buat aku, walaupun aku punya uang. Come on, its just a bag. Ngapain beli tas branded yang harganya puluhan bahkan ratusan juta? Pasti bikin sakit hati, karena aku merasa dengan uang segitu aku bisa gunakan untuk yang lain, yang lebih prioritas, lebih baik digunakan untuk membantu orang lain. Aku lebih memilih spent my money for my family. Kaya kemaren adik perempuanku, dia pengen banget ke Australia , tapi nggak bisa, karena dia nggak punya uang yang cukup, dan Papaku bilang ya kalo nggak punya uang, ya jangan pergi ke sana, padahal sebenernya itu bukan masalah, cuman karena itu sebuah disiplin aja, jadi ya udah aku yang beliin tiketnya, dan kita pergi sama-sama ke Australia . Yes, I spent for my self, but I love to spent for my family and my friends also, and that’s makes me happy.
  • Apa kamu nggak terpengaruh, mengingat dunia entertain identik dengan yang serba glamour?
    Kenapa harus terpengaruh? Aku nggak pernah berpikir bahwa hidupku harus glamour, karena buat apa? I live alone, I clean my house, nggak ada pembantu. I do my own dishes, I clean my window, aku nggak pernah punya asisten, I do everything by my self, and that’s makes me down to earth. Aku datang ke Jakarta bukan untuk menjadi seseorang di sini. Aku datang ke Jakarta umur 19 tahun sendirian, karena apa? Because it’s a life experience, sebelumnya aku kerja di Australia sebagai sales promotion girl atau apalah, and it makes me very very independent, dan lebih cepat dewasa di umur segitu, I was nineteen man, hahaha.
  • Apakah itu membentuk mental kamu?
    Yes, karena buat aku itu lebih penting dari apapun di dunia ini, yaitu pengalaman yang aku dapatkan. Man, I was driving a motorbike dari Pluit ke Cilandak, and it was raining, and you know it keeps you so humble, aku masih inget banget. Sometimes you don’t have money man, and that time, I only have twenty thousand, to get through the day, and I said, “oh no, uang segini mana bisa naik taksi,” dan saat itu aku berpikir, aku merasa ini adalah keputusanku sendiri untuk pindah ke Jakarta, dan aku juga nggak mau nelepon Mama atau Papa untuk minta uang, no I can’t. So, I really know what it means to start from zero. My life yang ada di Jakarta, that is everything that I build, is everything that I have done. The only thing that I had is just one apartement to stay, but that’s all makes me really happy.

shareSocial Bookmarking

Advertisements

About Pembalut Wanita

Kami menjual produk Pembalut Wanita (Menstrual Pad) yang terbuat dari kain. Sehat, Aman dan Nyaman untuk dipakai oleh wanita. 0856 4960 8915 / 0341 549 6281 Pembalut | Pembalut Wanita | Pembalut Wanita Kain | Pembalut Wanita Sehat | Pembalut Kain | Mestrual Pad | Produk Murah Sehat Dan Sangat Aman Menjual Ke Seluruh Indonesia
This entry was posted in Berita Artis Selebritis and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s